JAKARTA – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memastikan layanan transportasi publik mulai normal setelah sejumlah halte rusak akibat aksi perusakan dan pembakaran.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menegaskan pihaknya langsung bergerak cepat dengan pemantauan intensif di command center dan koordinasi bersama jajaran manajemen.
“Situasi di lapangan sangat dinamis. Karena itu kami terus melakukan monitoring real time sebagai dasar pengambilan keputusan layanan dan operasional,” kata Ayu, Sabtu (30/9).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Data Transjakarta mencatat enam halte terbakar dan 16 halte lain mengalami kerusakan serta vandalisme. Meski begitu, layanan bus berangsur pulih secara bertahap di berbagai rute dengan dukungan personel lapangan dan koordinasi pusat kendali.
Transjakarta juga mengajak masyarakat menjaga fasilitas publik melalui kampanye #JagaJakarta, yang menekankan pentingnya kebersamaan warga dalam merawat infrastruktur transportasi.
“Mari kita rawat fasilitas publik agar manfaatnya bisa terus dirasakan,” tandas Ayu.
Daftar halte terbakar: Polda Metro Jaya, Senen Toyota Rangga, Sentral Senen, Senayan Bank DKI, Gerbang Pemuda, dan Bundaran Senayan.
Daftar halte rusak/vandalisme (16 lokasi): Bendungan Hilir, Kwitang, Kampung Melayu, Kramat Sentiong, Bidara Cina, Cililitan, Semanggi, Petamburan, Widya Candra Telkomsel, Jatinegara, Kejaksaan Agung, Matraman Baru, Pemuda Pramuka, Masjid Agung, Non BRT GBK 1, dan Non BRT Polda Metro Jaya 1. (red)