JAKARTA, ONLINEWS.CO.ID – Polisi mulai membongkar tabir kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank BRI, Mohamad Ilham Pradipta (37). Subdit Jatanras Polda Metro Jaya sudah menangkap delapan orang pelaku yang terlibat dalam kejahatan keji ini.
Temuan awal mengungkap kasus ini terkait kredit fiktif senilai belasan miliar rupiah yang diketahui korban. Informasi tersebut sempat beredar luas di media sosial, termasuk Facebook, sehingga memicu spekulasi publik.
Meski begitu, polisi belum memberikan kepastian resmi mengenai motif tersebut. “Para pelaku masih dalam pemeriksaan. Kami masih mendalami peran masing-masing dari mereka,” ujar Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, Minggu (24/8/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Polisi Tangkap 8 Pelaku di Jakarta, Solo, dan NTT
Polisi bergerak cepat dengan menangkap empat aktor intelektual berinisial C, DH, YJ, dan AA. Tim Jatanras lebih dulu membekuk DH, YJ, dan AA di Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (23/8) malam. Keesokan harinya, polisi kembali menangkap C di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
Foto penangkapan memperlihatkan tiga tersangka dengan tangan terborgol di dalam mobil, sementara seorang pelaku lain digelandang ke kantor polisi.
Sebelumnya, polisi juga sudah meringkus empat eksekutor lapangan. AT, RS, dan RAH ditangkap di Johar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2025). Sedangkan RW berhasil dibekuk di Bandara NTT saat berusaha melarikan diri.
Kronologi Penculikan Berujung Maut
Kasus ini bermula saat Ilham Pradipta selesai menghadiri rapat dengan rekan kerja di sebuah supermarket kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (20/8) malam. Saat berjalan menuju mobil hitamnya, korban disergap pelaku yang sudah menunggu dengan mobil putih.
Rekaman CCTV memperlihatkan momen dramatis ketika korban dipaksa masuk ke mobil. Setelah itu, korban menghilang hingga keluarganya melapor ke Polres Metro Jakarta Timur pada Kamis dini hari.
Tragisnya, pada Kamis (21/8) pagi, jasad Ilham ditemukan di semak-semak wilayah Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Kondisi tubuh korban mengenaskan dengan mata, tangan, dan kaki terikat.
Kasus ini menyita perhatian publik karena melibatkan pejabat bank sebagai korban. Polisi memastikan penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap seluruh peran para pelaku.
“Kami akan usut tuntas kasus ini,” tegas Abdul Rahim. (red)