JAKARTA, ONLINEWS.CO.ID — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, Jakarta tetap menjadi kota terbuka bagi siapa saja yang ingin mengadu nasib, termasuk pelamar kerja dari luar daerah.
“Jakarta ini kota terbuka,” ujar Pramono di hadapan awak media seusai menghadiri rapat di Gedung DPRD DKI, Senin (4/8/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengakui bahwa saat ini banyak warga dari luar Jakarta yang ikut mendaftar berbagai lowongan pekerjaan yang dibuka oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Bahkan, menurutnya, mayoritas pe lamar bukan warga ber-KTP DKI.
“Setiap ada lowongan, yang daftar itu banyak sekali. Dan rata-rata bukan warga Jakarta, karena KTP-nya kelihatan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah membuka rekrutmen untuk Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Pemprov DKI Jakarta akan segera membuka rekrutmen petugas pemadam kebakaran.
Pramono menilai situasi ini menunjukkan tingginya harapan masyarakat luar daerah untuk bekerja dan hidup di Jakarta. Meskipun beban sosial dan ekonomi ikut meningkat, ia tetap berkomitmen menjaga Jakarta sebagai kota yang inklusif.
“Saya tetap akan jalankan proses rekrutmen secara terbuka, meskipun ini menjadi beban tersendiri bagi Jakarta,” tegas Pramono.

Ribuan Pelamar Serbu Bursa Kerja
Persaingan kerja di ibu kota makin menggila. Ribuan pencari kerja membanjiri bursa kerja Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta di GOR Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (30/4/2025).
Sebanyak 40 perusahaan membuka 5.457 lowongan pekerjaan dalam job fair tersebut. Pelamar kerja membanjiri lokasi hingga melebihi jumlah lowongan yang tersedia.
Situasi ini mencerminkan persaingan tenaga kerja yang makin sengit, apalagi setelah gelombang PHK massal dari berbagai sektor menambah jumlah pengangguran baru.
Dunia Usaha Tertekan, Pencari Kerja Frustrasi
Sementara itu, dunia usaha juga menghadapi tantangan berat. Jumlah pelamar terus membeludak, tapi kapasitas penyerapan tenaga kerja baru justru melemah karena tekanan ekonomi.
Tak hanya soal kompetisi antar pelamar, praktik ‘orang dalam’ juga masih menjadi momok. Banyak pencari kerja mengaku kecewa karena merasa kalah sebelum bertanding jika tak punya koneksi di dalam perusahaan.
Meski begitu, pemerintah daerah terus berupaya membuka akses pekerjaan lebih luas. Bursa kerja seperti ini diharapkan menjadi jembatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan secara terbuka dan transparan. (red)