BEKASI – Gereja Ibu Paroki Teresa di Lippo Cikarang, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, akhirnya diresmikan pada Rabu (27/8/2025) setelah penantian panjang selama 20 tahun. Kepala Pastor Gereja Cikarang, Romo Antonius Suhardi, menyebut peresmian ini sebagai momen bersejarah bagi umat Katolik di Bekasi.
“Kami berjuang 20 tahun untuk memperoleh izin ini. Banyak proses yang kami lalui, dan kami percaya Tuhan hadir dalam setiap langkahnya,” kata Antonius.
Perjalanan Panjang Perjuangan Gereja
Perjuangan mendirikan gereja ini dimulai sejak 25 Januari 2004. Prosesnya penuh tantangan, mulai dari pengurusan IMB, rekomendasi FKUB, Kementerian Agama, hingga status lahan yang berstatus komersial, bukan untuk rumah ibadah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Titik terang baru muncul ketika Gubernur Jabar saat itu, Ridwan Kamil, bersama Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan turun tangan menyelesaikan persoalan. Pada Juli 2023, peletakan batu pertama akhirnya dilakukan.
Gereja untuk Semua Umat
Kini, Gereja Teresa berdiri megah dengan kapasitas 1.800 orang. Namun, karena jumlah umat Katolik di Cikarang mencapai 13 ribu, gereja tetap harus menggelar empat kali misa tiap akhir pekan.
“Gereja ini bukan hanya untuk umat Katolik. Kami umat Katolik 100 persen, warga Indonesia juga 100 persen. Maka gereja ini bagian dari kebersamaan masyarakat Bekasi,” tegas Antonius.
Meski sudah diresmikan, fasilitas gereja baru akan digunakan penuh mulai 6 September 2025 karena masih tahap finishing.

Dukungan Pemerintah Daerah
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang mengucapkan selamat atas peresmian Gereja Teresa. Ia menegaskan bahwa Pemkab Bekasi berkomitmen menjaga kerukunan antarumat beragama.
“Selamat untuk umat Gereja Teresa. Kabupaten Bekasi milik semua golongan. Kami siap mendukung umat beragama,” ujar Ade.
Ia juga menekankan Pemkab Bekasi selalu transparan dalam proses perizinan rumah ibadah. “Jika syarat terpenuhi, kami akan keluarkan izin. Seperti umat Kristen dan Katolik yang kini bisa menjalankan ibadah dengan tenang,” tambahnya. (san)