BEKASI, ONLINEWS.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat satu musala roboh akibat gempa berkekuatan 4,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Bekasi, Rabu (20/8/2025) malam.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan musala yang roboh berada di Kampung Walahar, Desa Sukabunga, Kecamatan Bojongmangu.
“Hingga saat ini, satu sarana ibadah, yakni Musala Nurul Islam, mengalami rusak berat atau roboh,” ujar Dodi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
BPBD memastikan gempa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Meski demikian, tim BPBD terus memantau kondisi lapangan bersama BMKG, BPBD Jawa Barat, dan aparatur kecamatan untuk mengantisipasi potensi gempa susulan.
Imbauan Kewaspadaan
Dodi mengingatkan warga agar tetap waspada dan hanya mengikuti informasi resmi dari BPBD maupun BMKG.
“Warga diminta waspada, tetapi tidak panik,” tegasnya.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk:
-
Memeriksa kondisi bangunan dan menjauhi lokasi rusak.
-
Tidak menyalakan api di area rawan.
-
Menggunakan jalur evakuasi secara tertib tanpa lift bagi penghuni gedung bertingkat.
-
Warga pesisir dan bantaran sungai tetap waspada meski tidak ada ancaman tsunami.
Sebelumnya, BMKG mencatat gempa berkekuatan 4,9 magnitudo terjadi pukul 19.54 WIB di 14 km tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan kedalaman 10 km. BMKG kemudian memperbarui kekuatan gempa menjadi 4,7 magnitudo. (san)