KEDIRI – Gedung DPRD Kota Kediri, Jawa Timur, terbakar hebat pada Sabtu (30/8/2025), memicu kepanikan warga dan merusak parah fasilitas publik. Massa aksi yang memanas menjadi penyebab utama kebakaran.
Kobaran api membumbung tinggi hingga melalap lantai atas gedung, yang mulai runtuh sekitar pukul 18.40 WIB. Bagian depan gedung DPRD telah hangus terbakar, sementara sebagian area dalam gedung ambruk. Warga di sekitar Jalan Semampir menyaksikan kobaran api yang membesar dengan jelas, menimbulkan kepanikan.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) tiba di lokasi sekitar pukul 18.48 WIB. Tim Damkar segera mengevakuasi warga dan memadamkan si jago merah menggunakan armada lengkap, termasuk mobil pemadam dan tangki air berkapasitas besar. Hingga pukul 19.30 WIB, beberapa unit masih terus berupaya menahan kobaran agar tidak meluas ke bangunan sekitar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebakaran ini bermula dari lobi gedung DPRD, yang menjadi sasaran massa aksi. Massa yang emosi melempari gedung dengan berbagai benda hingga memicu kebakaran. Seiring waktu, api meluas ke lantai atas dan bagian belakang gedung. Kondisi ini membuat petugas kesulitan mengendalikan api karena angin kencang yang memicu kobaran semakin tinggi.
Selain membakar gedung, unjuk rasa tersebut menyebabkan kemacetan parah di Jalan Semampir, Jalan Veteran, dan kawasan sekitar DPRD Kota Kediri. Petugas kepolisian menutup beberapa ruas jalan dan mengalihkan arus lalu lintas demi keamanan warga.
Hingga saat ini, sebagian gedung DPRD Kota Kediri sudah ambruk. Tim gabungan dari Damkar dan kepolisian terus memantau lokasi, mengevakuasi warga terdampak, dan mengamankan area sekitar agar tidak terjadi penjarahan atau insiden lanjutan.
Wali Kota Kediri dan sejumlah pejabat setempat sudah mendatangi lokasi untuk meninjau situasi. Mereka berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan Damkar untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat. Sementara itu, masyarakat diminta tetap tenang dan menjauhi lokasi agar proses evakuasi dan pemadaman tidak terganggu.
Kejadian ini menambah catatan gelombang unjuk rasa yang memanas di berbagai wilayah Jawa Timur. Pemerintah daerah menegaskan akan menindak tegas setiap tindakan anarkis sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama. (red)