JAKARTA, ONLINEWS.CO.ID – Jenderal TNI Tandyo Budi Revita resmi mengemban amanat sebagai Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) sejak 10 Agustus 2025. Jenderal bintang empat ini sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad).
Tandyo lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 21 Februari 1969. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1991 dari kecabangan Infanteri (Kostrad).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak awal karier, Tandyo dikenal sebagai prajurit lapangan yang meniti jenjang komando hingga menduduki posisi strategis di Mabes TNI.
Putra seorang guru di Solo ini juga memiliki kakak yang pernah menjabat Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayor Jenderal (Purn) Nugroho Budi Wiryanto. Latar belakang keluarga militer membuat Tandyo akrab dengan disiplin dan jiwa kepemimpinan sejak muda.
Karier dan Pendidikan Militer
Tandyo menempuh berbagai pendidikan militer bergengsi, mulai Sesarcabif, Dik PARA, Dik PARA Madya, Diklapa I & II, Dik Pemburu, Dikreg XLIV Seskoad, Susdanyon, Sesko TNI, hingga Lemhannas RI.
Kariernya menanjak dari Komandan Tim Khusus Combat Intelligence Yonif Linud 330/Tri Dharma (1995), Komandan Batalyon, Danbrigif, Danrindam, hingga Pangdam IV/Diponegoro (2023–2024).
Pada 2024, Tandyo dipercaya menjadi Wakasad sebelum akhirnya dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Panglima TNI.
Prestasi dan Penghargaan
Selama bertugas, Tandyo meraih sejumlah penghargaan, termasuk Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, serta berbagai Satyalancana Kesetiaan. Ia juga memegang berbagai brevet kehormatan, seperti Master Parachutist Badge (U.S. Army), Brevet Pemburu, Para Raider, dan Astros (2024).
Dengan segudang pengalaman lapangan dan jabatan strategis, Tandyo diharapkan mampu memperkuat sinergi tiga matra TNI dalam menjaga kedaulatan negara. (red)