ONLINEWS.CO.ID – Pelantikan 59 pejabat eselon II di lingkungan Pemprov DKI Jakarta oleh Gubernur Pramono Anung pada Rabu (7/5/2025) ternyata menyisakan aroma skandal. Dari jumlah itu, 20 pejabat diduga titipan oknum pimpinan DPRD DKI dan Sekda DKI.
Informasi panas ini dibocorkan SW, ASN di Kedeputian Gubernur Bidang Industri, Perdagangan, dan Transportasi. Menurutnya, oknum pimpinan DPRD berinisial IM (Fraksi PDIP) bersekongkol dengan Sekda DKI berinisial MM untuk meloloskan “orang dalam” tanpa sepengetahuan Gubernur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“IM berkolaborasi dengan Sekda MM supaya bisa loloskan orang-orangnya. Pak Gubernur nggak tahu karena mainnya di belakang layar,” ujar SW, Selasa (12/8/2025).
SW mengaku informasi ini ia dapat dari empat anggota DPRD DKI yang juga kader PDIP: IDM, PN, PS, dan MS. Disebutkan, misi IM dijalankan atas instruksi kekasihnya berinisial DDY, dibantu tangan kanan yang dikenal dengan kode HMT.
Bukan Sekadar Mutasi, Tapi Proyek Miliaran
Bukan hanya soal mutasi jabatan, IM juga disebut kerap memanggil kepala dinas, direktur utama BUMD, hingga kontraktor untuk mengatur proyek bernilai miliaran. Operator lapangan IM adalah HMT, yang sering didampingi UDN dan WSN. Ketiganya kerap terlihat di ruang IM dan Sekda MM.
Yang bikin heboh, IM disebut punya bekingan dari pimpinan KPK periode sekarang. Dukungan ini digunakan untuk menekan pejabat agar tunduk pada arahan mereka.
Ancaman Berlanjut ke Eselon 3 dan 4
SW mewanti-wanti bahwa permainan ini bisa berlanjut pada pelantikan eselon 3 dan 4 mendatang. Jabatan strategis seperti camat, lurah, dan kepala dinas teknis disebut sudah masuk radar kelompok ini.
“Mereka sudah pasang kuda-kuda. Pak Gubernur harus waspada, jangan sampai kecolongan lagi,” tegas SW.
Hingga berita ini diterbitkan, IM dan Sekda MM belum memberikan klarifikasi. Sementara suasana di Balai Kota memanas sejak isu ini mencuat. Warga Jakarta kini menunggu langkah Gubernur Pramono Anung: bertindak tegas atau membiarkan permainan kotor ini terus berjalan? ***